Langsung ke konten utama

RENCANA ALLAH LEBIH INDAH

Hidup selalu menawarkan pilihan...,
Tersenyum atau Marah,
Memaafkan atau Membalas,
Mencintai atau Membenci,
Bersyukur atau Mengeluh,
Berharap atau Putus asa.

Tidak ada pilihan yg tanpa konsekuensi,
Namun Allah selalu memberi yg terbaik.



RENCANA kita boleh INDAH,
tapi rencana Allah yg TERINDAH.

HIDUP kita mungkin baik-baik saja,
tapi hidup BERSAMA-NYA lebih SEMPURNA.

PEKERJAAN kita mungkin MENJANJIKAN,
tapi RIDHO-NYA-lah yg menjadikan KAYA.

KEKUATAN tangan kita mungkin sanggup membawa kita menjadi orang HEBAT,
tapi hanya BERSAMA ALLAH,
Kita menjadi LUAR BIASA.
Sebab Allah bukan hanya MENCUKUPI apa yg kita perlukan,tapi DIA memberi dgn BERKELIMPAHAN.

يَامُجِيْبُ اَجِبْ دَعْوَتَنَا وَاَقْضِ حَوَائِجَنَا
YAA MUJIIBU AJIB DA'WATANAA WAQDHI HAWAAIJANAA

"Ya Allah Yang Maha Mengabulkan, kabulkanlah doa dan ajakan kami, luluskanlah semua keperluan kami"

"Semoga ALLAH selalu menghiasi hati kita dg keindahan, kekuatan & kenikmatan iman... Aamiin Yaa Robbal'Aalamiin"

Komentar

Popular Posts

Kisah Syam'un Al-Ghazi dan Lailatul Qadr

Kisah tentang 1000 bulan, berawal dari seorang Nabiyullah yang bernama Nabi Syam’un al-Ghazi as. Nabi dari kalangan Bani Israil. Beliau adalah hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno. Nabi Syam’un al-Ghazi As, memiliki beberapa nama, dalam bahasa Arab, beliau disebut dengan Syamsyawn atau Syam'un.  Dalam bahasa Ibrani, disebut Šimšon, dalam bahasa Tiberias, disebut Šhimšhôn; dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson.  Nama Syam’un sendiri artinya:  "Yang berasal dari matahari”,  Sedangkan Al-Ghozi, artinya:  “Yang berasal dari Ghazi”  (Ghaza, Palestina sekarang). Suatu ketika Nabi Muhammad saw, Berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan.  Nabi Muhammad SAW, terlihat tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh para sahabatnya:  “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah”. Rosululloh menjawab:  Diperlihatkan kepadaku dihari akhir, ketika seluruh manusia dikumpulkan dipadang mah’syar, ada seorang ...

METHODE PENJERNIHAN QOLBU

Alam semesta seisinya ini tidak ada artinya apa-apa dibanding dengan Allah. Berarti tidak ada sesuatu pun yang mampu menampung adanya Allah. Segalanya tidak bisa menjadi tempat semayamnya Allah, kecuali hati hamba-Nya yang beriman. Maka disanalah Allah bersinggasana.Hati orang yang beriman adalah Rumah Allah. Dan karena itu hati merupakan amanah Ilahi untuk kita jaga jangan sampai terkena kotoran dunia. Oleh sebab itu hati harus kita jaga, dirawat, dirias biar menjadi elok. Hati kita adalah ruang dimana pertemuan dialogis (munajad) antara hamba dan Rabb berlangsung.

ROBI'AH ADAWIYYAH

Rabi’ah yang sejak kecil rohaninya terbina dalam keluarga muslim dan kondisi sosialnya, membuatnya memilih hidup zuhud, setelah bebas dari budak. Kezuhudannya dapat dilihat dalam berbagai sikap hidup dan kata-katanya. Ketika sufyan al-tsauri menanyakan tentang hikmah, Rabi’ah menjawab, “Alangkah baiknya bagimu jika engkau tidak mencintai dunia ini”. Dan ketika ada temannya yang akan member rumah kepadanya, ia menolak dengan mengatakan: “Aku takut kalau-kalau rumah ini mengikat hatiku, sehingga aku terganggu dalam amalku untuk akhirat”. Dia juga member