Langsung ke konten utama

Postingan

Kerinduan Bilal bin Rabbah pada Rasulullah SAW

Laki-laki berkulit hitam itu bernama Bilal Bin Rabbah yang begitu sangat mencintai baginda Rasulullah SAW Suatu ketika Rasulullah SAW yang telah wafat membuat bilal bin rabbah tak sanggup lagi mengumandangkan adzan. Bilal bin Rabbah kemudian meminta izin kepada Abu Bakar Siddiq Ra. : “Wahai khalifah, wahai khalifah izinkan aku untuk tidak lagi mengumandangkan adzan.” Lalu Abu Bakar pun berkata kepada Bilal; “Tidak bisa wahai bilal, aku tidak mungkin menurunkan seseorang yang sudah ditinggikan oleh rasulullah Saw.” Bilal kemudian berucap lagi; “Izinkan aku untuk tidak lagi mengumandangkan adzan wahai Abu Bakar?” Abu Bakar pun berkata; “Apa alasanmu wahai Bilal?” Maka Bilal pun meletakkan pandangannya ke arah menara dan ke arah makam Rasulullah Saw. Melihat ke arah menara lagi, dan bilal pun berkata kepada Abu Bakar; “Abu Bakar, setiap hari ketika masuk waktu shalat, aku datang ke rumah rasulullah dan aku katakan kepada rasulullah ‘Ya Rasululah waktu shala...

Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Tholib (Cucu Rasulullah SAW)

Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Tholib, putra pertama Sayyidina Ali, hampir setiap hari di bulan Ramadhan, menghidangkan makanan bagi orang miskin untuk berbuka. Beliau melayani dan mengatur makanan yang diberikan kepada para tamunya, untuk segenap orang miskin yang berada di Madinah kala itu.  Sebegitu populernya acara tersebut sampai hampir seluruh masyarakat yang ada tahu bahwa bila ingin berbuka dan menikmati makanan yang nikmat mereka boleh ke tempat Hasan bin Ali.  Semakin hari semakin banyak orang yg datang, dan walaupun demikian makanan yang disiapkan senantiasa mencukupi untuk semua tamu. Di antara para tamu tersebut, ada satu orang yang pada hari itu membawa pulang makanannya tanpa menyentuhnya. Ia hanya membatalkan dengan sebuah kurma dan 3 teguk air. Dan ini tak luput dari pandangan Sayyyidina Hasan, lalu Beliau tergelitik untuk bertanya : "Saudaraku tercinta, tidak seperti yang lain, engkau tidak memakan makananmu, apakah ada keluargamu yang ...

Wanita yang Kehilangan Nikmatnya Setelah Menikah

Ada seorang wanita bertanya kepada seorang syaikh : “Wahai Syaikh, sebelum saya menikah, ketika saya masih seorang gadis yang sering berpuasa dan sholat malam. Saya bisa merasakan betapa luar biasanya nikmat al-Qur’an. Namun sekarang, saya merasa nikmatnya ketaatan telah hilang dariku. Syaikh : "Baiklah, apa yang paling kau perhatikan dari suamimu?" Sang Wanita : Wahai Syaikh, saya bertanya kepada Anda tentang al-Qur’an, puasa, sholat dan nikmatnya ketaatan. Namun anda malah bertanya kepadaku tentang suamiku? Syaikh : Iya wahai saudari. Kenapa ada sejumlah wanita yang tidak bisa lagi merasakan manisnya keimanan dan lezatnya ketaatan serta nikmatnya ibadah? Nabi ﷺ bersabda :  ولا تَجدُ المرأة حلاوة الإيمان حتَّى تؤدِّي حقَّ زوجها “Seorang wanita tidak akan merasakan manisnya keimanan sampai ia memenuhi hak suaminya” (Shahih at-Targhîb : 1939). Apa saja hak-hak suami yang harus ditunaikannya? (Lihatlah) Isteri Sa’id bin al-Musayyib semoga Allah merahma...