Langsung ke konten utama

Masjid Ar-Raudhah Surabaya Berbagi Bansos Kepada Warga Sekitar Masjid

Pembagian bansos oleh Ketua Takmir, Ketua RW 08 dan Ketua Panitia

Masjid Ar-Raudhah Surabaya sebagai institusi spiritual berperan aktif mengelola peribadatan setiap hari, sholat lima waktu, sholat jum'ah dan ibadah lainnnya. Sebagai pengembangan nilai ibadah tertuang dalam kegiatan sosial, langsung bersentuhan dengan masyarakat di sekitar masjid.

Ada kegiatan pengajian rutin dan TPQ. Dan yang paling baru sebagai program tetap pengurus baru takmir masjid Ar-Raudhah adalah Bantuan Sosial atau Bansos. Untuk ketiga kalinya kegitan ini dilaksanakam takmir masjid Ar-Raudhah.

Ketua Yayasan Masjid Kemayoran Budidayan H Hadiri berharap kegiatam bansos ini terus berlanjut dan terus dikembangkan, karna langsung menyentuh kepada lapisan masyarakat sekitar dan membatu kebutuhan hidup masyarakat.

Lebih lanjut Ketua RW 08 Kelurahan Kemayoran H Faisol Saud berharap para aghniya' bisa meningkatkan sumbangannya agar bansos ini meningkat peolehannya. Beliau juga berterima kasih kepada Ketua RW 09 H Safee dan H Hosen yang selalu mendorong terwujudnya bantuan bansos selama ini.


Semoga kegiatan bansos yang digagas takmir masjid Ar-Raudhah bisa berlangung selamanya dan meningkat setiap bulannya.


Komentar

Popular Posts

Kisah Syam'un Al-Ghazi dan Lailatul Qadr

Kisah tentang 1000 bulan, berawal dari seorang Nabiyullah yang bernama Nabi Syam’un al-Ghazi as. Nabi dari kalangan Bani Israil. Beliau adalah hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno. Nabi Syam’un al-Ghazi As, memiliki beberapa nama, dalam bahasa Arab, beliau disebut dengan Syamsyawn atau Syam'un.  Dalam bahasa Ibrani, disebut Šimšon, dalam bahasa Tiberias, disebut Šhimšhôn; dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson.  Nama Syam’un sendiri artinya:  "Yang berasal dari matahari”,  Sedangkan Al-Ghozi, artinya:  “Yang berasal dari Ghazi”  (Ghaza, Palestina sekarang). Suatu ketika Nabi Muhammad saw, Berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan.  Nabi Muhammad SAW, terlihat tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh para sahabatnya:  “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah”. Rosululloh menjawab:  Diperlihatkan kepadaku dihari akhir, ketika seluruh manusia dikumpulkan dipadang mah’syar, ada seorang ...

METHODE PENJERNIHAN QOLBU

Alam semesta seisinya ini tidak ada artinya apa-apa dibanding dengan Allah. Berarti tidak ada sesuatu pun yang mampu menampung adanya Allah. Segalanya tidak bisa menjadi tempat semayamnya Allah, kecuali hati hamba-Nya yang beriman. Maka disanalah Allah bersinggasana.Hati orang yang beriman adalah Rumah Allah. Dan karena itu hati merupakan amanah Ilahi untuk kita jaga jangan sampai terkena kotoran dunia. Oleh sebab itu hati harus kita jaga, dirawat, dirias biar menjadi elok. Hati kita adalah ruang dimana pertemuan dialogis (munajad) antara hamba dan Rabb berlangsung.

ROBI'AH ADAWIYYAH

Rabi’ah yang sejak kecil rohaninya terbina dalam keluarga muslim dan kondisi sosialnya, membuatnya memilih hidup zuhud, setelah bebas dari budak. Kezuhudannya dapat dilihat dalam berbagai sikap hidup dan kata-katanya. Ketika sufyan al-tsauri menanyakan tentang hikmah, Rabi’ah menjawab, “Alangkah baiknya bagimu jika engkau tidak mencintai dunia ini”. Dan ketika ada temannya yang akan member rumah kepadanya, ia menolak dengan mengatakan: “Aku takut kalau-kalau rumah ini mengikat hatiku, sehingga aku terganggu dalam amalku untuk akhirat”. Dia juga member